SAMARINDA – Jajaran Komando Resor Militer (Korem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) menggelar ibadah Shalat Istisqa berjamaah di Lapangan Makorem 091/ASN, Jalan Gajah Mada, Kota Samarinda, Sabtu (29/08/2026) pagi.

Kegiatan keagamaan ini dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah Samarinda dan sekitarnya khususnya Kaltim.
Agenda ibadah yang diinisiasi oleh Kodim 0901/Samarinda ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), diantaranya Walikota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, S.T., S.H., M.Si. Kasrem 091/ASN, Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto, S.A.P., Wakil Ketua MUI Kaltim, KH. Muhammad Haiban, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf. Arif Hermad, S.I.P., M.M., Para Kasi Kasrem 091/ASN, Para Dan Kabalak Aju Korem 091/ASN, Kasad Samapta Polresta Samarinda, AKP Ahmad, Para Pasi Korem 091/ASN, tokoh agama, personel TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta ratusan warga masyarakat yang memadati lapangan sejak pukul 07.00 WITA.
Komandan Korem (Danrem) 091/ASN menyampaikan bahwa Shalat Istisqa ini merupakan wujud penghambaan dan permohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus doa bersama agar bumi Etam segera dianugerahi hujan yang berkah.
Fenomena kemarau panjang yang terjadi saat ini tidak hanya memicu krisis ketersediaan air bersih, namun juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai titik.
“Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa ini, kita bersama-sama mengetuk pintu langit, memohon agar Tuhan Yang Maha Esa segera menurunkan hujan yang membawa manfaat.
Selain ikhtiar batiniah ini, kami juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada, menjaga lingkungan, dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” ujar Danrem.
Pelaksanaan Shalat Istisqa yang dipimpin oleh imam dan khatib KH Muhammad Subhan setempat berlangsung secara khusyuk dan khidmat.
Dalam khotbahnya, khatib mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk memperbanyak istigfar, memperbaiki diri, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup di tengah ujian kekeringan ini.
Rangkaian ibadah ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan secara mendalam oleh seluruh jamaah, dengan harapan situasi kekeringan dapat segera teratasi dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal tanpa bayang-bayang ancaman krisis air dan kabut asap.
(Penrem091)






