Hadiri Pelantikan KONI Kaltim Periode 2026–2030, Danrem 091/ASN Tegaskan Dukungan Penuh untuk Atlet Bumi Etam

Berita31 views

SAMARINDA – Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si, hadiri pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur masa bakti 2026–2030. Minggu (12/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya babak baru pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Timur dengan target membawa daerah itu masuk tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman,, mengatakan kepengurusan baru memikul tanggung jawab besar untuk mengembalikan Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan olahraga nasional.

“Pelantikan ini menjadi catatan sejarah bagi perkembangan pembinaan olahraga berprestasi di Kalimantan Timur.

Kepercayaan yang diberikan kepada pengurus baru harus dimaknai sebagai tanggung jawab besar untuk memenuhi harapan masyarakat agar Kalimantan Timur kembali pada masa kejayaannya,” kata Marciano.

Ia mengapresiasi kinerja pengurus KONI Kaltim periode sebelumnya yang dinilai mampu menjaga kesinambungan pembinaan olahraga. Namun, menurutnya, tantangan ke depan semakin besar seiring target peningkatan prestasi pada PON 2028.

Marciano mengungkapkan posisi Kalimantan Timur dalam tiga penyelenggaraan PON terakhir mengalami penurunan, dari peringkat kelima pada PON Jawa Barat, ketujuh di Papua, hingga kedelapan di Aceh-Sumatera Utara.

Meski demikian, capaian peringkat kelima pada PON Bela Diri di Kudus dinilai menjadi modal optimisme untuk kembali bersaing di papan atas.

“Kami mengapresiasi target yang diberikan Gubernur Kalimantan Timur untuk meraih peringkat ketiga pada PON 2028. Target itu sangat mungkin dicapai apabila pembinaan difokuskan pada cabang olahraga unggulan yang dipertandingkan di PON,” ujarnya.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, KONI Pusat telah menyiapkan sejumlah agenda nasional sebagai bagian dari pembinaan atlet, di antaranya Pekan Olahraga Bela Diri Nasional dan Pekan Olahraga Pantai pada 2026, serta PON Indoor dan PON Remaja pada 2027.

Marciano juga mendorong seluruh daerah menerapkan pendekatan sport science dan sport intelligence dalam sistem pembinaan atlet.

Menurutnya, pembinaan modern harus didukung analisis data dan pemetaan kekuatan lawan agar mampu meningkatkan daya saing atlet di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua KONI Kalimantan Timur periode 2026–2030, H. Anderiy Syachrum, menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan segera menyusun langkah strategis menuju PON 2028 melalui evaluasi menyeluruh terhadap cabang olahraga, penyusunan roadmap berbasis data, penguatan pembinaan usia dini, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami akan menyusun roadmap pembinaan menuju 2028 yang berbasis data, target, dan terukur, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Target kami mengembalikan Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional,” kata Anderiy.

Mantan atlet tersebut mengaku memahami berbagai tantangan yang dihadapi atlet saat menjalani pembinaan. Pengalaman itu, menurutnya, menjadi motivasi untuk menghadirkan sistem pembinaan yang lebih profesional sehingga atlet dapat fokus berlatih dan berprestasi.

“Saya berdiri di sini bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi memastikan atlet-atlet Kalimantan Timur mendapat pembinaan yang lebih baik. Biarkan mereka fokus berlatih dan meraih prestasi, sementara kami memastikan seluruh kebutuhan pembinaan dipenuhi secara profesional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur siap mendukung pembinaan olahraga selama dijalankan secara profesional, terukur, dan berorientasi pada prestasi.

Ia meminta kepengurusan baru membangun tata kelola organisasi yang transparan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan seluruh cabang olahraga untuk mewujudkan target tiga besar PON 2028.

“Tolong buktikan bahwa Kalimantan Timur bisa. Cara kerja harus berubah, pembinaan harus lebih profesional, dan kita semua harus bersinergi. Saya ingin atlet-atlet Kalimantan Timur kembali berjaya dan membawa daerah ini menjadi salah satu kekuatan olahraga nasional,” kata Rudy.

Sedangkan Danrem 091/ASN, menegaskan bahwa unsur TNI mendukung penuh pengembangan prestasi olahraga di Bumi Etam dan berharap tata kelola organisasi dapat melahirkan atlet-atlet yang tangguh.

Danrem juga memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan olahraga daerah dan pelaksanaan program kerja strategis kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur.

Pada rangkaian proses pembentukan kepengurusan baru ini, pihak Korem 091/ASN menegaskan komitmennya untuk bersinergi demi memperkuat tata kelola organisasi serta mendongkrak prestasi atlet Benua Etam di kancah nasional maupun internasional.

(Penrem091)
.
#KodamVIMulawarman
#TNIAD
#TNIPrima
#IndonesiaEmas2045
#Korem091AjiSuryaNatakesuma
#PialaDunia2026