SAMARINDA – Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si diwakili Kasiren Korem 091/ASN Letkol Inf Tony Setyo Widodo mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Perkembangan Situasi Terkini secara daring di Ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa, 2 September 2025.

Rapat dirangkai Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2025 dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Kepresidenan Anto Mukti Putranto, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Hasbi, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri Jakarta.
Rapat ini membahas dua agenda utama Perkembangan Situasi Terkini Rapat ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan langkah-langkah dalam menghadapi berbagai isu strategis nasional yang sedang berkembang dan Pengendalian Inflasi, Fokus utama lainnya adalah membahas strategi dan kebijakan untuk mengendalikan laju inflasi di daerah.
Ini melibatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk instansi TNI, untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.
Acara virtual ini menunjukkan sinergi antara TNI dan pemerintah dalam menghadapi tantangan nasional, baik dari segi keamanan maupun ekonomi.
Dalam kesempatan ini, Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah (gubernur/bupati/wali kota) untuk bersinergi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengendalikan situasi dan menjaga kondusivitas wilayah pasca gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai penjuru Indonesia.
“Kepala daerah harus berkoordinasi dengan jajaran Forkopimda untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali,” ujarnya.
Kunci utama dalam menghadapi dinamika sosial saat ini menurut mantan Kapolri ini adalah komunikasi dan pendekatan yang humanis.
“Tugas kita bersama adalah memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tidak terganggu,” ungkapnya.
Mendagri Tito menekankan agar para pimpinan di daerah proaktif membangun dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, pimpinan organisasi masyarakat, serta perwakilan massa aksi.
“Sambangi duduk bersama para tokoh dan unsur masyarakat. Laksanakan doa kedamaian yang melibatkan lintas masyarakat dan Pemerintah,” pesannya.Tidak kalah pentingnya, Mendagri meminta kepala daerah menunda semua keberangkatan ke luar negeri.
“Semua kepala daerah harus di dalam daerahnya untuk kendalikan situasi bersama Forkompimda,” tegasnya.Mendagri juga mengingatkan penyampaian pendapat di muka umum adalah hak konstitusional warga negara yang dilindungi undang-undang.
Hadir dalam kegiatan rapat Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud0Pimpinan Bulog Kanwil Kaltim, Musazdin Said, Kadis KUKM, Heni P, Kadis PUPR, Firman, Asisten Manajer POPP Bulog Kaltim, Endar Pryudi, Kabid IKPK Kaltim, Iren Y, Kabid AKT BPKD, Lia Fitri, Kabag Log Polresta Samarinda, AKP Sutrisno, Kabiro POD Kaltim, Siti Sugianti, Diskominfo Kaltim, Riszky.K dan Staf Ahli Peternakan BPS, Anisya






