TANJUNG REDEB – Komando Distrik Militer (Kodim) 0902/Berau resmi mengakhiri seluruh rangkaian Latihan Posko Penanggulangan Bencana Alam Tahun Anggaran 2026.
Penutupan latihan taktis terintegrasi ini ditandai dengan aksi nyata di lapangan berupa pelaksanaan karya bhakti pembersihan lingkungan serta penyaluran bantuan sembako kepada warga masyarakat, Selasa (28/7/2026).
Rangkaian latihan yang telah bergulir sejak Selasa (21/7/2026) ini difokuskan pada skenario penanganan darurat komprehensif, khususnya mitigasi bencana banjir yang menjadi ancaman geografis dominan di wilayah Kabupaten Berau.
Latihan Posko I dan Tactical Floor Game (TFG) administrasi sebelumnya telah ditutup secara daring dari Ruang Yudha Makorem 091/ASN pada Kamis (23/7/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan aplikasi lapangan dan Latihan Posko II bersama instansi vertikal terkait.

Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., melalui peninjauan intensifnya menegaskan bahwa latihan ini sangat krusial guna menguji mekanisme hubungan antara Komandan dan Staf.
Hal ini penting agar seluruh jajaran mampu menganalisis dinamika krisis di lapangan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Keberhasilan penanggulangan bencana tidak dapat bertumpu pada satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi yang solid antara TNI, Pemerintah Daerah, Polri, BPBD, instansi teknis, hingga komponen relawan masyarakat,” ungkap Dandim 0902/Berau, Letkol Inf Muhammad Faisal Idris saat memimpin jalannya apel kesiapan penutupan di lapangan Makodim, Jalan Pulau Semama, Tanjung Redeb.
Sebagai penutup rangkaian latihan, personel Kodim 0902/Berau bersama Polres Berau, BPBD, dan unsur terkait langsung bergerak melaksanakan karya bhakti terpadu. Aksi gotong royong ini menyasar pembersihan fasilitas umum serta normalisasi titik saluran air yang rawan tersumbat guna mengantisipasi luapan banjir saat curah hujan tinggi.
Bersamaan dengan itu, Kodim 0902/Berau juga menggelar bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga kurang mampu yang bermukim di sekitar area rawan terdampak bencana. Aksi nyata ini menjadi wujud komitmen kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus memastikan kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, turut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif simulasi terpadu yang digagas oleh jajaran TNI ini.
Menurutnya, latihan ini berhasil menyamakan pola tindak taktis mulai dari fase perencanaan, evakuasi logistik dan korban, hingga penanganan pascabencana di lapangan.
Dengan selesainya latihan komando ini, seluruh instansi di Kabupaten Berau kini memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan darurat yang lebih matang dan terintegrasi. Kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu menjamin gerak cepat penyelamatan serta perlindungan maksimal bagi masyarakat Berau kapan pun situasi darurat terjadi.
(Penrem091)












