Gairahkan Olahraga di Kutim, Danrem 091/ASN Beri Semangat Peserta Sirnas C Bupati Open 2026

Berita123 views

SAMARINDA –  Sebanyak 504 atlet bulutangkis dari 15 provinsi di Indonesia ambil bagian dalam Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Open Kutai Timur (Kutim) 2026, yang resmi digelar di GOR Kudungga Sangatta, Senin (11/5/2026).

 

Kehadiran Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si, dalam acara ini menunjukkan dukungan sinergitas antara TNI dan pemerintah daerah dalam pengembangan prestasi olahraga di Kalimantan Timur.

Danrem 091/ASN tersebut menegaskan dukungan TNI terhadap pembinaan atlet muda di daerah melalui ajang Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bupati Open Kutai Timur 2026.

Kejuaraan ini merupakan kolaborasi antara PBSI, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, dan unsur TNI-Polri dalam memajukan kualitas olahraga di Kalimantan Timur.

Selain prestasi olahraga, acara ini diharapkan menghidupkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di Kutai Timur karena kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah.

Sirnas C fokus pada pembinaan atlet di kategori usia dini hingga remaja guna menjaring potensi lokal yang bisa bersaing di tingkat nasional.

Turnamen nasional yang berlangsung selama enam hari, mulai 11 hingga 16 Mei 2026 itu resmi dibuka Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim, Ketua DPRD Kutim, Ketua KONI Kutim, serta jajaran Forkopimda.

Dalam sambutannya, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan rasa bangga atas terselenggaranya Sirnas C di Sangatta. Menurutnya, kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan langkah besar dalam membuktikan kesiapan Kutai Timur sebagai daerah penyelenggara event olahraga berskala nasional.

“Ini pertama kali dilaksanakan di Sangatta, ibu kota Kutai Timur. Mudah-mudahan setelah Sirnas C ini kita siap kembali mengadakan Sirnas yang lebih tinggi, yakni Sirnas B dan seterusnya,” ujarnya.

Ardiansyah menilai perkembangan olahraga di Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan.

Ia menyebut sejumlah cabang olahraga seperti bulu tangkis, voli, hingga panjat tebing telah menunjukkan prestasi membanggakan di tingkat regional maupun nasional.

Bahkan, Kutai Timur sebelumnya juga sukses menjadi tuan rumah kejuaraan nasional panjat tebing.

Menurutnya, olahraga tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga menjadi penggerak sektor lain seperti ekonomi kreatif, pariwisata, dan budaya. Kehadiran ratusan atlet, pelatih, dan pendamping dari berbagai daerah diyakini mampu memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat Sangatta, khususnya sektor kuliner, penginapan, hingga jasa transportasi lokal.
Di sisi lain, Ardiansyah juga berpesan kepada para atlet untuk menjunjung tinggi sportivitas serta menjaga keseimbangan antara latihan dan pembentukan karakter.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatih agar pembinaan atlet di daerah semakin profesional dan mampu bersaing di level lebih tinggi.

(Penrem091)