Dukung Ketahanan Pangan, Danrem 091/ASN Tanam Padi Serentak di Lahan Cetak Sawah Rakyat di Bengalon

Berita255 views

BENGALON – Jajaran Kodim 0909/Kutai Timur KOREM 091/ASN melaksanakan Gerakan Tanam Padi Serentak di lahan cetak sawah rakyat yang berpusat di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kamis (9/4/2026).

 

 

 

Kegiatan ini terhubung secara virtual melalui video conference (Zoom) dengan jajaran TNI AD di seluruh Indonesia.

?Acara ini dihadiri langsung oleh Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si, didampingi Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Dandim 0909/KTM Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, Kapolres Kutim AKBP Fauzan Ariyanto, Kejari Kutim Tutuko Wahyu Minulyo, Komandan Brigif TP 32/MKL Kolonel, Inf Agussalim Tuo, beserta jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, dan kelompok tani setempat.

?Dalam arahannya, Danrem 091/ASN memberikan apresiasi kepada seluruh tim dan kelompok tani yang telah bekerja keras.

Meskipun target awal pencetakan sawah adalah 840 hektar, tantangan teknis dan faktor cuaca menyebabkan hanya 363 hektar yang berhasil diselesaikan tepat waktu.

?”Saya yakin kalian sudah mengerjakan ini dengan berat melalui berbagai upaya. Meski target tidak tuntas karena kita tidak bisa melawan alam, saya tetap berterima kasih,” ujar Danrem.

?Ia juga menyoroti masalah banjir yang kerap melanda lahan pertanian di wilayah tersebut. Danrem meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mencari akar permasalahan dan solusi agar petani dapat bekerja sepanjang tahun tanpa terganggu luapan air.

?Danrem juga berpesan kepada kelompok tani agar merawat lahan yang sudah dicetak. “Mudah-mudahan para petani bisa berkarya dan sejahtera, sekaligus menopang ketahanan pangan nasional kita,” tambahnya.

Sementara itu, ?Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperluas sektor agraris.

Ia mencanangkan pembangunan dan pencetakan lahan tanaman padi seluas 20.000 hektar dalam lima tahun ke depan.

?”Tahun 2012-2013 kita pernah menyiapkan 60.000 hektar, namun terkendala status kawasan lahan.

Hari ini saya minta Dinas Pertanian menginventarisir kembali lahan-lahan potensial untuk memenuhi target 20.000 hektar tersebut,” tegas Bupati.

?Bupati juga menekankan bahwa fokus tidak hanya pada sawah konvensional, tetapi juga padi lahan kering (padi gunung) seperti jenis Padi Mayas yang dikenal memiliki kualitas rasa yang unggul. Selain itu, Pemkab Kutim juga tengah menguji coba teknologi tanaman padi di kolam terapung di Desa Tepian Langsat sebagai alternatif pemanfaatan lahan basah.

(Penrem091)